Berbisik ke Bumi, Terdengar Sampai Langit

HomeEduaction

Berbisik ke Bumi, Terdengar Sampai Langit

Sahabat Baik, telah jamak diketahui bahwa waktu sujud merupakan saat paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Karenanya Rasulullah memerintahkan kita untuk memperpanjang sujud dan banyak berdoa saat itu. Beliau bersabda, “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Namun bukan itu saja keutamaan sujud, ada rahasia ilmiah yang belum banyak diketahui tentang hal ini.

 

 

Lantas apakah rahasia di balik posisi sujud? Ternyata, ada beberapa urat syaraf pada otak yang hanya bisa dimasuki oleh darah ketika kita bersujud. Mahabesar Allah yang mengatur urat-urat syaraf tersebut sehingga hanya membutuhkan darah di waktu-waktu salat saja. Masyaallah …

 

Lalu apa yang terjadi jika urat-urat syaraf di otak tersebut tidak mendapatkan pasokan darah? Otak tidak akan berfungsi dengan optimal yang akhirnya memicu terjadinya “penyakit” sosial di tengah masyarakat. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa salat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar.

 

Paparan tersebut merupakan hasil penelitian dari Dr. Fidelma O’Leary, seorang bergelar Phd Neuroscience dari St. Edward’s University yang terletak di Texas, Amerika Serikat. Tak lama setelah mengungkapkan fenomena menakjubkan tersebut, Dr. Fidelma pun menjadi mualaf.

 

Fakta ilmiah lainnya tentang sujud juga pernah diungkapkan oleh ilmuwan tanah air, Profesor Hembing. Beliau menyatakan bahwa setiap hari jantung hanya mampu memompa darah sebanyak 20% ke dalam otak. Dengan bersujud, posisi jantung menjadi lebih tinggi sehingga dapat membantu mengalirkan darah ke otak. Karena itulah Rasulullah berpesan kepada kita untuk memperlama sujud.

 

Demikianlah Sahabat baik sekalian, rahasia ilmiah nan menakjubkan di balik posisi sujud saat salat. Karena banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dengan bersujud, maka yuk lakukan sujud dengan tuma’ninah. Eits, tidak hanya sujud saja ya, tapi sebaiknya seluruh gerakan dapat kita lakukan secara tuma’ninah agar bisa merasakan nikmatnya salat. Selamat mempraktikkan ya, Sahabat Baik!

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0