Habis Makan Masih Ingin Makan

HomeEduaction

Habis Makan Masih Ingin Makan

Sahabat Baik pernahkah merasakan setelah makan masih ingin makan lagi? Iya terutama makanan asin. Ternyata ada beberapa faktor yang membuat kita ngidam makanan asin lho Sahabat Baik. Apa saja ya?

 

  1. Faktor Stres

Ngidam makanan tertentu saat stres merupakan respon alami tubuh mengurangi tekanan psikis yang dirasakan. Pilihan makanannya juga beragam, ada yang memilih makanan manis dan ada pula yang memilih makanan asin. Jadi, kalau Sahabat Baik stres dan tiba-tiba ngidam makanan asin, sah-sah saja kok. Sebab, studi dari Universitas Florida juga menyebutkan bahwa asupan garam yang diperoleh dari makanan asin dapat mengurangi jumlah hormon penyebab stres (kortisol) dan meningkatkan hormon pencipta rasa bahagia (oksitoksin).

 

  1. Kurang Tidur

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menyebutkan bahwa orang kurang tidur cenderung menyantap makanan asin dibandingkan yang tidur cukup. Ini karena saat Sahabat Baik kurang tidur, tubuh akan memproduksi hormon ghrelin lebih banyak sehingga meningkatkan nafsu makan. Alhasil, otak akan memerintahkan tubuh untuk mencari makanan yang cenderung manis, asin, dan gurih demi memenuhi kepuasaan tersendiri.

 

  1. Dehidrasi

Saat Sahabat Baik dehidrasi, tubuh membutuhkan lebih banyak garam untuk menstabilkan elektrolit di dalam tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan asin. Sebab, makanan asin dipercaya dapat mengembalikan keseimbangan cairan tubuh karena kandungan natrium di dalamnya.

 

  1. Penyakit Addison

Ngidam makanan asin juga bisa menjadi gejala penyakit addison. Sebab, kondisi ini membuat kelenjar adrenal gagal memerintahkan ginjal untuk menyimpan sejumlah sodium di dalam tubuh. Alhasil, tubuh akan terus-menerus berusaha memenuhi kebutuhan sodium yang gagal disimpan dengan mengonsumsi makanan asin.

Sesuka apa pun Sahabat Baik dengan makanan asin, Sahabat Baik tetap perlu membatasi asupan garam harian. Idealnya, asupan garam harian adalah lima gram atau setara satu sendok teh sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Nah, agar kesehatan tetap terjaga, Sahabat Baik perlu memantau kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain secara rutin. Karena tanpa kontrol yang baik, kadar kolestrol, gula darah, dan lain yang tinggi bisa memengaruhi kesehatan kita.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0