Mengapa Anak Yatim Harus Disantuni?

HomecampaignOpini

Mengapa Anak Yatim Harus Disantuni?

 

Sahabat Baik pastilah sudah akrab dengan kata “anak yatim” dan siapa yang menyandang sebutan itu. Ya, definisi anak yatim sebagai anak yang ayahnya sudah meninggal dunia memang sudah jamak diketahui. Islam pun mengajarkan pada kita untuk memuliakan anak yatim. Tercatat ada 22 ayat dalam Al-Qur’an di mana Allah menjelaskan tentang anak yatim ini. Mengapa Allah memerintahkan pada kita untuk menyantuni mereka?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita menyamakan persepsi terlebih dahulu. Tidak setiap anak yatim bisa kita santuni. Allah memerintahkan kita untuk menyantuni anak yatim yang belum mencapai usia dewasa. Kriteria berikutnya adalah anak yatim dengan kelemahan finansial. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 220, “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik”.

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, mengapa kita harus menyantuni anak yatim? Ketiadaan ayah tentu membuat kondisi keluarga si anak yatim menjadi lebih sulit karena tidak ada lagi yang mencari nafkah. Ketiadaan ayah juga mengancam anak yatim tidak mendapatkan figur pemimpin dalam keluarganya. Dengan demikian, sejatinya menyantuni anak yatim tidak hanya memberikan materi saja. Lebih jauh, menyantuni mereka seyogyanya juga melingkupi pengasuhan dan pendidikan mereka. Tentu saja semua itu dengan syarat kita mampu melakukannya.

Lalu, apa yang terjadi jika kita tidak mau menyantuni anak-anak yatim? Allah mengecam orang-orang yang seperti itu. Tersebut dalam firman-Nya dalam surat Al-Fajr ayat 16-17, “Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku menghinakanku’. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” Dalam surat yang lain, Al-Ma’un ayat 1-2, Allah berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim”.

Demikian berat “sanksi” yang Allah berikan ketika kita abai terhadap anak yatim. Karena itu Sahabat, dengan limpahan nikmat yang telah Allah berikan pada kita, yuk sisihkan sebagian untuk berbagi kepada anak-anak yatim. Semoga Allah limpahkan keberkahan karena kasih sayang kita kepada mereka. Aamiin.

 

 

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0